5 Trend Marketing yang Harus Anda Jaga di Tahun 2017

Halo teman, saya ucapkan selamat tahun baru 2017. Semoga di tahun ini Anda bisa diberikan kebahagiaan, kesejahteraan dan kesehatan yang luar biasa. Nah, apakah Anda sudah merencanakan strategi pemasaran untuk bisnis Anda di tahun 2017 ini?

Atau Anda masih bingung dengan strategi apa yang Anda akan gunakan di tahun ini?

Nah, ada beberapa tren pemasaran digital yang diasumsikan bakal menjadi booming di tahun 2017. Dikutip dari detik.com (25/12/2016) seperti dilansir dari Entrepreneur, berikut tren yang bisa Anda jaga di tahun ini.

 

  1. Konten Lengkap dan Mendetail

Pemasaran dengan berbasis konten sudah menjadi tren selama 10 tahun ini. Sekarang, konten tidak cukup hanya mengandalkan kata kunci, meta tags, dan backlinks.Konten Anda harus relevan dan menarik orang supaya mau membacanya. Jika tidak, maka konten Anda akan sia-sia, dan hanya akan menjadi angin lalu saja.

 

  1. Kampanye Social Media yang Inovatif

Social media telah mengalami perubahan yang cukup signifikan tahun lalu. Tidak terasa, social media telah mengambil alih utama sumber berita, iklan, dan informasi lainnya. Menyikapi hal ini, Anda dapat membuat campaign yang inovatif dan berbeda dari pesaing Anda.

 

  1. Konten yang Interaktif

Masih ingat dengan Ice Bucket Challenge yang menghebohkan di awal tahun 2016? Atau Mannequin Challenge yang akhir-akhir ini menjadi trend di kalangan netizen? Konten masa deepen tidak hanya menarik, namun juga harus dapat membangun ketertarikan dengan audience, dan membuat mereka menjadi salah satu bagian dari sesuatu tersebut. Jika demikian, bersiaplah. Audience Anda akan semakin fanatik dengan merek yang Anda bangun.

 

  1. Cerita Pribadi

Hal ini bukanlah barang baru di dalam dunia pemasaran digital. Namun, masih sangat relevan. Mengapa? Karena orang lain melihat pengalaman dari seseorang untuk memutuskan apakah produk tersebut layak dibeli atau tidak. Menempatkan wajah dan nama ke dalam database customer Anda akan membantu mereka merasa terhubung dengan produk Anda. Taruhlah ulasan dari pelanggan Anda secara jujur untuk dibaca oleh pelanggan lainnya..

 

  1. Menargetkan Pelanggan Secara Spesifik

Jika Anda tidak menentukan target pelanggan Anda, maka Anda akan bekerja ekstra keras dua kali lipat. Oleh sebab itu, Anda perlu lebih spesifik menargetkan pelanggan Anda, supaya Anda dapat menemukan pelanggan terbaik dalam produk, atau layanan Anda.

Bagimana? Apakah Anda sudah siap untuk mencoba strategi baru di tahun 2017 ini?

Semoga Anda bisa menerapkannya ke dalam bisnis Anda

10 Daftar yang Harus Anda Miliki Jika Anda Ingin Sukses

Ada banyak cara untuk Anda mendapatkan kesuksesan. Mulai dari sikap, action, dsb. Namun ada satu hal kecil yang seringkali dilupaka oleh banyak orang yaitu memiliki daftar. Salah satu ciri orang sukses adalah memiliki daftar, supaya mereka bisa mengorganisir, mengarahkan, dan menjalankan bekerjan mereka. Ternyata, seperti yang dilansir dari lifehack.org, membuat daftar memiliki keuntungan tersendiri, yaitu supaya kita bisa tetap stay on track dalam jalur kita. Nah, mau tahu apa saja 10 daftar yang harus Anda miliki? Berikut ini adalah rinciannya:

  1. Daftar Goals Anda. Goals, atau target adalah daftar utama yang harus Anda miliki, karena dengan adanya tujuan, maka Anda bisa menentukan goals apa saja yang harus Anda kerjakan. Goals terdiri dari 3 jenis, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Setiap orang memiliki goals yang berbeda-beda, dan mungkin akan terus berubah sesuai dengan usianya. Namun, ada kepuasan yang sangat berarti apabila Anda bisa menyelesaikan goals Anda.
  2. Daftar Pekerjaan. Dsftar pekerjaan merupakan hal yang penting untuk Anda. Anda harus memilikinya, karena dengan Anda memiliki ini, maka Anda akan dapat mengetahui mana saja pekerjaan yang harus Anda lakukan terlebih dahulu. Atau dengan kata lain, Anda tentukan skala prioritas dalam mengerjakan pekerjaan Anda.
  3. Daftar Kontak. Daftar kontak merupakan hal yang selanjutnya yang perlu Anda miliki. Dalam daftar knotak ini, Anda akan mengetahui siapa saja yag akan menjadi calon custommer, atau partner kerja Anda dalam mengembangkan usaha. Pastikan, dalam daftar kontak tersebut, Anda memiliki orang-orang yang capable dalam bidangnya, seperti ahli IT, tukang pipa, konsultan keuangan, dsb. Anda bukan hanya membutuhkan mereka di saat-saat tertentu saja. Namun, Adan juga bisa membangun relasi dengan mereka. Tanpa daftar ini, Anda tidak akan bisa bekerja dengan skala prioritas. Pastikan, Anda memiliki backup data mereka.
  4. Daftar Pengeluaran.  Sudah pasti Anda sangat membutuhkan daftar yang satu ini. Anda membutuhkan daftar ini supaya Anda bisa mengontrol keuangan Anda. Anda bisa melihat pengeluaran-pengeluaran Anda per bulan. Tanpa daftar ini, Anda pasti akan mengalami kesulitan keuangan. Selain itu, Anda juga bisa menentukan pos-pos prioritas keuangan mana saja yang harus Anda keluarkan.
  5. Daftar Tools. Dengan semakin berkembangnya teknologi, maka semakin banyak pula aplikasi-aplikasi yang dapat membantu kita untuk mensupport perkembangan bisnis kita, dan mencegah kerusakan pada perangkat digital kita. Gunakan tools sesuai dengan kebutuhan Anda, supaya bisnis Anda dapat berjalan dengan baik. Saran saya: Apabila Anda memiliki uang lebih, belilah tools-tools yang lebih baik daripada gratisan.
  6. Daftar Pengembangan Diri. “Jika Anda sudah merasa matang, maka Anda akan cepat membusuk.” Itu adalah sebuah pepatah mengenai pentingnya pembelajaran dalam kehidupan. Salah satu hal yang paling penting dalam pembelajaran dalam hidup adalah pengembangan diri. Ada banyak sekali kursus, buku, audio mengenai hal ini. Andapun juga harus membuat daftar mengenai hal ini, supaya tidak menguras rekening Anda. Pilihlah kursus yang benar-benar Anda butuhkan, supaya Anda bisa menjadi pribadi yang lebih baik.
  7. Daftar Ide Kreatif. Pernahkah Anda mendapatkan ide di saat Anda bersantai? Apakah Anda segera mencatatnya, atau Anda membiarkannya berlalu begitu saja? Jika Anda memiliki sebuah ide, atau gagasan, segera catat dalam notes Anda. Mengapa? Karena ide tidak akan datang untuk kedua kalinya. Mungkin ide tersebut belum berguna untuk saat ini. Tapi suatu saat, ketika Anda sedang berada dalam masalah atau Anda sedang kehabisa ide, catatan ini bisa membantu Anda.
  8. Daftar Rencana Masa Depan. Planning masa depan merupakan salah satu bagian terpenting dalam pembuatan daftar kesuksesan Anda. Untuk membuat daftar rencana masa depan Anda, Anda memerlukan apa saja yang Anda perlukan untuk mendukung rencana jangka panjang Anda. Baik itu secara keuangan, kesehatan, maupun hubungan.
  9. Daftar Rencana Darurat. Terkadang, dari perencanaan-perencanaan yang kita buat, pasti kita menemui yang namanya hal yang tidak terduga. Untuk mengantisipasi hal ini, ada baiknya Anda mempersiapkan daftar rencana darurat, atau rencana cadangan. Mengapa? Supaya Anda dapat mengantisipasi apabila rencana Anda gagal atau berantakan di tengah jalan. Daftar rencananya seperti Plan B, Dana darurat/cadangan, dsb.
  10. Bucket Lists. Bucket lists adalah daftar-daftar tujuan yang belum Anda capai. mengapa perlu kita membuat hal ini? Hidup itu hanya sekali kawan. Tulislah rencana gila Anda, atau impian Anda yang selama ini mungkin belum kesampean, seperti: Belajar Dansa Tango, Pergi Ke Raja Ampat, menjadi tenaga sukarela, dsb. Karena ini bukan berhubungan dengan uang, atau bisnis. Namun untuk kepuasan batin Anda. Sehingga, Anda bisa lebih bersemangat dan bergairah dalam menjalani hidup Anda.

Nah, inilah daftar-daftar yang harus Anda buat. Sudahkah Anda membuatnya?

10 Hukum Dalam Social Media

Social media sudah merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat modern ini. Hal ini terbukti, setiap pagi, yang kita lihat pasti postingan dalam social media. Entah itu Facebook, twitter, instagram, dsb. Social Media juga beralih fungsi. Dari sekedar menambah pertemanan, menjadi area komersialisasi, alias tempat jualan. Selain itu juga, social media juga digunakan sebagi tempat branding.

Sangatlah penting bagi kita untuk memahami dasar-dasar pemasaran social media. Sayangnya, masih banyak orang yang belum memahami mengenai hal ini. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadikan social media sebagi tempat untuk melemparkan komentar negatif. Untuk menghindari hal ini, ada baiknya kita perlu memahami 10 hukum dalam social media. Dilansir dari entrepreneur.com (26 Februari 2016), Susan Gunelius memaparkan apa saja hukum-hukum dasar dalam menggunakan social media, dan hal tersebut adalah:

  1. Mendengarkan. Mendengarkan merupakan hal yang seringkali dilupakan banyak orang. Kunci kesuksesan dalam berkomunikasi adalah mendengarkan. Karena dengan mendengarkan, maka kita akan lebih mengetahui masalah apa yang sedang dihadapi. Begitu juga di dalam social media. Anda harus lebih banyak mendengarkan dan sedikit berbicara. Bagaimana caranya? Bacalah content dari target audience Anda, dan berdiskusilah dengan mereka mengenai apa yang penting bagi mereka. Lalu, buatlah content, dan berkomentar dengan menambahkan nilai di mata audience Anda.
  2. Fokus. Lebih baik ahli dalam satu bidang dibandingkan seribu bidang. Orang yang fokus dalam membangun strategi bisnis melalui social media dengan 1 strategi, akan lebih sukses dibandingkan orang yang memakai 1000 strategi.
  3. Kualitas. Kualitas akan mengalahkan kuantitas. Itu adalah hukum yang berlaku di dalam social media. lebih baik Anda memiliki 1000 koneksi yang menshare dan like dengan content yang Anda buat, dibandingkan dengan 10.000 koneksi, namun selalu menghilang sesudah Anda berhubungan dengan mereka.
  4. Kesabaran. Kesuksesan dalam membangun bisnis melalui social media tidak berlangsung hanya dalam semalam saja. Ingat pepatah “Kota Roma tidak dibangun dalam satu malam saja”. Diperlukan kesabaran dan ketekunan untuk bisa membangun kesuksesan dalam jangka panjang.
  5. Kombinasi. Jika Anda membuat sebuah content yang bernilai, mereka akan menshare melalui social media yang berbeda. Entah itu Facebook, Twitter, LinkedIn, atau melalui blog pribadi mereka. Sharing dan diskusi seperti inilah yang akan membuka jalan bagi google untuk mendeteksi kata kunci. Semakin Anda sering mensharing, maka semakin besar kemungkinan content Anda terdeteksi oleh Google.
  6. Pengaruh. Habiskan waktu Anda untuk memikirkan solusi bagaimana Anda bisa memecahkan masalah untuk target audience Anda. Bangun hubungan tanpa agenda dengan mereka. Jika Anda sudah memiliki pengaruh, audience Anda dengan sukarela akan menshare content Anda apabila Anda memiliki content yang bernilai
  7. Nilai. Jika Anda selalu mempromosikan peluang bisnis, produk, atau apapun yang berkaitan dengan bisnis Anda (termasuk mengeluh dan black campaign); STOP!!!!!!. Anda akan kelihatan seperti sampah di muka audience. Daripada berfokus ke konversi, lebih baik Anda fokus kepada nilai yang Anda sharingkan kepada audience Anda. Ingat “Sharing-Sharing dulu, Selling-Selling kemudian”
  8. Hubungan. Social media diciptakan untuk membangun hubungan, bukan untuk berjualan. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, fokuslah membangun hubungan. Apabila ada seseorang yang like, comment/share postingan Anda, namun Anda tidak mengenal dia, bangunlah hubungan. Karena dengan ini, Anda akan lebih dikenal.
  9. Jangkauan. Jangan sekali-kali mempublikasi sesuatu, dan Anda hilang begitu saja. Sapalah selalu audience Anda. Anda harus selali mempublikasi dan berinteraksi dengan audience Anda, karena audience di dunia maya sifatnya selalu berubah-ubah.
  10. Timbal Balik. Jangan berharap audience Anda akan mensharing postingan Anda apabila Anda tidak melakukan hal yang sama. Fokus yang harus Anda lakukan adalah Anda share dan berkomentar mengenai content yang dipublikasi oleh orang lain, atau audience Anda.

Nah, semoga dengan artikel ini, Anda akan bisa memahami lebih dalam lagi dasar-dasar dalam menggunakan social media. Sampai jumpa di artikel berikutnya

Stop Memajang 8 Jenis Foto Ini di LinkedIn Anda

LinkedIn merupakan salah satu social media yang cukup banyak digunakan pada saat ini. Berbeda dengan social media lainnya, LinkedIn yang diciptakan oleh Reid Hoffman pada 5 Mei 2003 ini menjadi ajang menjual profesioanlitas dari para pencari kerja, atau dengan kata lain adalah Anda tidak usah repot-repot mengirimkan lamaran kerja Anda ke perusahaan-perusahaan besar. Anda tinggal cantumkan keahlian Anda, pajang foto Anda, dan headhunter akan mencari Anda, atau Anda yang akan dicari oleh rekan bisnis/pelanggan Anda. Namun sayangnya, banyak orang yang belum mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Salah satunya adalah menampilkan Profile Picture.

Seringkali, kita melihat ada banyak pengguna LinkedIn yang masih memasang foto profilenya dengan asal-asalan. Padahal, foto merupakan salah satu elemen penting, karena menunjukkan kesan pertama siapa diri Anda. Pada artikel ini, saya akan menunjukkan 8 jenis foto yang dianggap “sampah” oleh LinkedIn. 8 foto tersebut adalah:

  1. Selfie Cermin. Apakah Anda sering melihat foto-foto selfie cermin di berbagai social media? Lalu, bagaimana opini Anda mengenai orang tersebut? Ya. Kebanyakan orang yang berfoto selfie di depan cermin adalah orang yang memiliki krisis percaya diri. Begitu pula di LinkedIn. Anda akan dianggap sebagai seseorang yang kelihatan amatir. Ayolah, Kawan!! Apakah Anda masih mau dianggap amatir oleh orang sekitar Anda? Berposelah dengan pose yang professional, sehingga Anda akan terlihat sebagai orang yang professional
  2. Foto  yang Terlalu Banyak Efek. Apakah Anda sering melihat foto profile dengan efek yang “WAH!” seperti ada sticker, bingkai, efek foto, dsb? Nah, jenis foto ini juga tidak boleh ditampilkan, karena Anda akan dianggap sebagai orang yang main-main. Tampilkan foto Anda apa adanya, karena orang lain juga melihat Anda apa adanya.
  3. Foto Haters. Apakah Anda pernah melihat profile picture dengan muka masam? Atau foto tersebut meakai atribut/simbol seolah-olah dia membenci seseorang/kelompok tertentu? Jangan pernah menggunakan foto dengan hal seperti ini! Anda bisa dianggap sebagai seseorang yang selalu menyebarkan hal negatif. Anda sendiri tidak mau dicap sebagai haters/black campaigners, kan? Pasanglah foto dengan wajah yang friendly, santai; maka Anda akan disambut oleh banyak orang
  4. Foto Blur. Sudah pasti, hal ini sangat dilarang. Orang lain tidak dapat melihatt wajah Anda denga jelas. Saran saya adalah: Perjelas dengan photoshop
  5. Full Body Action Photo. Pose sedang yoga, lari, menggunakan celana ketat???? Hei kawan, Anda bukan seorang model. Gunakan foto setengah badan saja, dan gunakan baju profesional
  6. Foto Dengan Hewan Piaraan Anda. Nah, kecuali Anda bekerja sebagai dokter hewan dan aktivis lingkungan, Anda dilarang memajang foto dengan hewan piaraan Anda. Semua perusahaan tidak mengijinkan karyawannya membawa hewan piaraan ke kantor, bukan?
  7. Foto “Crop Tidak Sengaja”. Foto dengan telinga Anda yang tidak sengaja terpotong, atau mulut (?????) yang tidak sengaja tercrop? Hmm, bagaimana pendapat/kesan orang dengan foto Anda? Apakah Anda mau dianggap sebagai hantu/siluman? Saran saya: Gunakan foto full face
  8. Foto Siluet LinkedIn. Kalau yang ini, sudah pasti jelas. Anda tidak akan dianggap siapa-siapa oleh siapapun. Selain itu, Anda juga akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan view terbanyak.

Nah, demikian artikel mengenai foto yang dilarang dalam LinkedIn. Semoga bermanfaat ya.

9 Trend Content Marketing Online di Tahun 2016

Halo Teman-Teman. Tidak terasa sudah 1 bulan lebih kita berada di tahun 2016. Akan ada banyak sekali trend-trend yang terus bermunculan di tahun 2016 ini. Bukan hanya trend fashion, dan design saja yang mendominasi. Namun, Internet marketing 2016 juga akan memunculkan trend baru. Aaish Chopa, seorang pakar internet marketing dan salah satu pemenang Viral Video marketing; seperti dikutip dari akun pribadinya di Linkedin (22 Desember 2015), mengatakan bahwa ada 9 trend content marketing yang akan mendominasi di tahun 2016. Trend tersebut adalah:

  1. Video Marketing Akan Terus Mendominasi. Seperti yang kita ketahui, video marketing sudah berkembang pada tahun-tahun sebelumnya. Puncaknya akan diprediksi pada tahun ini, dimana 50% traffic akan didominasi oleh video marketing. Bahkan, facebook sendiri juga sudah mulai menambahhkan fitur video marketing, ditambah lagi dengan teknologi 4G yang akan mendominasi di tahun 2016 ini. Lalu, mengapa video marketing menjadi trend yang besar? Mudah untuk dipahami, persuasif, dan dapat dishare. Itulah 3 alasan utama =nya; serta, dengan kemajuan teknologi yang ada, semua orang dapat membuat video dengan mudah tanpa harus repot mengeluarkan biaya yang besar.
  2. Perhatian Pengguna Akan lebih Kecil. Pernahkah Anda melihat iklan di internet yang isinya terlalu bertele-tele? Atau videonya terlalu memakan durasi yang panjang? Ya. Content semacam ini tidak akan bertahan lama di tahun 2016. Mengapa? Ada sebuah penelitian yang menyebutkan bahwa manusia akan memperhatikan sesuatu selama kurang dari 8 detik, dan ikan mas 9 detik. Wow! Hal ini mengejutkan bukan?! Setiap hari kita selalu dijejali oleh content yang bisa dibilang sangat mengganggu. Tips: Jika Anda membuat sebuah content, buatlah yang to the point dan persuasif. Jika video, buatlah semenarik mungkin pada detik pertama, buatlah gambar tetap fokus di depan. Jika copywriting, buatlah sesederhana mungkin dan mudah dicerna.
  3. Kualitas #1. Setiap hari, pernahkah Anda melihat sebuah content yang isinya banyak sekali yang tidak ; baik itu di social media maupun mesin pencari online, dimana sering sekali ditayangkan konten-konten yang cenderung merusak, seperti status galau, berita hoax, fitnah, gambar asusila, spam, dsb. Jika Anda masih, atau seringkali memposting hal-hal seperti ini di social media, maupun di website/blog Anda; STOP!!!!!!!  Mengapa? Karena hal seperti ini dianggap “Sampah” oleh pembacanya. Daripada Anda memposting hal seperti ini, lebih baik Anda memberikan konten yang bernilai, seperti, hiburan, motivasi, tips, maupun artikel yang mengedukasi dan memberi nilai di mata audience Anda. Dengan begitu, Anda akan dianggap bernilai di mata publik.
  4. Whatsapp & Instagram Menjadi Sarana Share Terbesar. Bulan Februari ini, Whatsapp, salah satu layanan aplikasi terbesar, menambah kapasitas layanan untuk WA Grup. Dari 100 orang, sekarang sudah bisa menampung sebanyak 256 orang. Selain itu, karena sifatnya yang lebih personal, maka WA banyak dipakai oleh banyak orang untuk mengirimkan content. Tidak hanya WA, Instagram juga akan menjadi sarana share yang akan diminati oleh banyak orang. Dilansir dari kompas.com (24 September 2015), pengguna Instagram mencapai 400 juta user, dimana 75 persen berasal dari luar USA, termasuk Indonesia.
  5. Content Dengan Brand Yang Kuat Akan Naik. Tahun 2016, akan diprediksi sebagai tahun content dengan brand yang kuat. Tidak seperti iklan yang sengaja disembunyikan; content/iklan yang relevan, berguna, dan bernilai di mata audience akan menjadi raja di tahun ini (Dengan catatan, harus eye catching)
  6. Virtual Content. Google, dan Facebook sedang mengembangkan video 360 derajat dan teknologi virtual. Dengan diluncurkannya Oculus Rift, salah satu teknologi dimana kita bisa “meliaht, masuk, dan merasakan dunia virtual”, maka tidak menutup kemungkinan, content berbasis virtual akan menjadi content arketing yang digemari oleh audience.
  7. Mobile Friendly. Salah satu syarat content yang orang lain sering lupakan adalah mobile friendly. Para digital marketers harus berpikir; Bagaimana mereka bisa membuat video marketing yang dapat dilihat audience melalui smart phone. Seperti yang kita ketahui, traffic terbesar sekarang berasal dari pengguna mobile, dan traffic dekstop semakin menurun. Ini merupakan tantangan, dan pertanyaan bagi para marketers “Bagaimana caranya supaya bisa bekerja dan diakses dari mobile phone?”
  8. Multi Skilled Story Teller. Dalam era digital saat ini, tidak cukup hanya 1 skill yang dibutuhkan orang dalam sebuah team kerja. Mau tidak mau, mereka harus paham dan mengerti bidang lainnya, supaya tidak terjadi kesalahan dalam pembuatan sebuah project. Contohnya adalah seorang copywriter belajar bagaimana menguasai skill design grafis, begitu juga sebaliknya, seorang designer grafis juga harus menguasai skill copywriting.
  9. Teruslah Bereksperimen. Tidak ada namanya kesuksesan tanpa kegagalan. Begitu juga dalam menentukan dan membuat content yang tepat untuk pemasaran digital Anda. Teruslah mencoba bereksperimen. Jika sudah cocok, pakai. Jika belum, coba lagi. Karena masing-masing orang, produk dan jasa memiliki style yang berbeda dalam membuat content.

Nah, demikian artikel mengenai trend content online untuk bisnis Anda. Teruslah mencoba dan bereksperimen, sehingga Anda bisa menemukan style yang cocok. Sampai jumpa di artikel berikutnya

 

N.B: Jika Anda merasa artikel ini bermanfaat untuk Anda, tolong bagikan kepada teman-teman yang membutuhkan.